Advertisement
BhirawaNews.com||Jember, risis bahan bakar minyak (BBM) kembali menerjang Kabupaten Jember. Kali ini, antrean kendaraan roda dua dan empat mengular hingga lebih dari 2 kilometer di SPBU Jalan Teuku Umar IV, Kecamatan Sumbersari. Senin (27/2025) Kondisi ini terjadi sejak pagi dan memuncak sekitar pukul 10.30 WIB, sebagaimana terekam dalam dokumentasi warga yang menunjukkan pemandangan dramatis: deretan motor memenuhi sisi jalan hingga ke ruas utama, memicu kemacetan parah.
Salah satu warga yang turut mengantri menyebutkan kebingungannya atas kelangkaan ini.
"Maaf, inpo kekurangan bensin di Kabupaten Jember sangat membingungkan, gara-gara Gunung Gumitir ditutup," ujarnya.
Penutupan akses di jalur Gunung Gumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi diduga menjadi salah satu pemicu terganggunya distribusi BBM ke wilayah Jember. Jalur tersebut merupakan urat nadi logistik bahan bakar dari terminal BBM utama di Banyuwangi.
Di lapangan, tak terlihat pengamanan atau pengaturan dari pihak berwenang, padahal antrean sudah menumpuk sejak dini hari. Beberapa warga terpantau menenteng jeriken sambil menunggu giliran, sementara sebagian lainnya memilih mendorong motornya karena kehabisan bahan bakar di tengah antrean.
Situasi ini memicu keluhan massal, terutama dari para pekerja dan pelajar yang terhambat aktivitasnya. Sejumlah SPBU lainnya di sekitar kota juga dilaporkan kehabisan stok, memperparah kepanikan masyarakat.
Fenomena ini menandai kegagalan sistem distribusi energi di Jember yang tak mampu merespons dinamika geografis dan infrastruktur. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Pertamina maupun Pemerintah Kabupaten Jember terkait krisis ini.
Media ini akan terus memantau perkembangan dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait dalam laporan selanjutnya.(Ahmad)