Iklan

Minggu, 27 Juli 2025, Juli 27, 2025 WIB | Dibaca: 0 kali
Last Updated 2025-07-27T09:04:16Z

Satu Dekade FPL Surabaya: Konsolidasi Warga Putat Jaya Melawan Stigma

Advertisement





BhirawaNews.com||Surabaya, Forum Perjuangan Lokamandiri (FPL) Surabaya memperingati usia satu dekade dengan menggelar rangkaian tasyakuran dan ritual budaya pada Minggu (27/7/2025), bertempat di kawasan padat eks-lokalisasi Putat Jaya. Kegiatan ini menjadi simbol konsolidasi sosial warga serta pernyataan kolektif untuk merawat identitas, membalik stigma, dan meneguhkan kedaulatan komunitas melalui jalur budaya.


Sebagai organisasi berbasis kerakyatan, FPL menyampaikan surat permohonan izin resmi kepada Koordinator Bidang Rehabilitasi Sosial Putat (KBRSP) Surabaya. Dalam surat bernomor 001/FPL/VII/25, yang ditandatangani Ketua FPL, Subekiyanto, disebutkan maksud penyelenggaraan kegiatan serta harapan agar seluruh rangkaian berjalan tertib dan kondusif.




Titik awal kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dari Lapangan Futsal Jl. Jarak No. 88, Surabaya. Warga kemudian melakukan kirab budaya menuju Punden Makam Eyang Kanjeng Kidul Barat, situs keramat yang terletak di atas Kampung Jarak. Prosesi doa dipimpin oleh Ibunda Endang bersama Pimpinan Sanggar Sekar Wangi, dua figur perempuan lokal yang dihormati dalam lanskap spiritual warga setempat.


Usai doa dan penghormatan, peserta kirab kembali ke lokasi awal untuk melanjutkan dengan doa keselamatan kolektif, sambutan dari Ketua Panitia, serta pernyataan resmi dari Ketua FPL, yang memuat capaian organisasi dan agenda perjuangan selanjutnya. Acara kemudian ditutup dengan penampilan kesenian tradisional Jaranan “Satriyo Pardowo Sejati”, yang disambut antusias oleh warga lintas generasi.


Seluruh kegiatan berlangsung tertib, partisipatif, dan terkonsolidasi dengan baik, di bawah koordinasi lapangan Bapak Sugih Indra, yang memusatkan seluruh teknis acara di wilayah Kampung Gunung Barat 8.


Forum Perjuangan Lokamandiri, yang lahir dari rahim konflik sosial dan sejarah panjang lokalisasi, telah menjelma menjadi entitas yang aktif dalam advokasi, pemulihan martabat warga, serta pembangunan sosial berbasis partisipasi. Dalam satu dekade perjalanannya, FPL tidak hanya membangun solidaritas internal, tetapi juga memperkuat posisi tawar komunitas di tengah dinamika urbanisasi dan tekanan ekonomi.


Peringatan satu dekade ini, dengan seluruh kekuatan simboliknya, menjadi bentuk artikulasi bahwa warga Putat Jaya bukan objek narasi kelam, melainkan subjek yang membentuk sejarahnya sendiri, melalui gotong royong, budaya, dan keberanian menyusun ulang masa depan. (Achmad)