Advertisement
Bhirawa News || Regional,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG At-Taufiq di Desa Robatal, Kecamatan Robatal menuai keluhan dari salah satu guru SMA di Desa Leppelle, Kecamatan Robatal, Senin (13/4/2026).
Pasalnya, menu yang diberikan kepada siswa itu diduga tidak memenuhi standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Adapun menu yang disajikan hanya berisi nasi putih, lauk dalam porsi kecil, satu butir telur, tahu serta sepotong semangka kecil.
Guru yang enggan disebutkan namanya itu menilai menu tersebut jauh dari standar yang semestinya. Dia bahkan memperkirakan nilai makanan yang diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan.
“Kalau saya melihat menunya sangat jauh dari standar operasional yang ditentukan oleh BGN. Kalau dihitung, harganya mungkin hanya sekitar Rp7 ribu,” katanya, Selasa (14/4/2026).
Dia menduga adanya penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut, sehingga kualitas makanan yang diterima siswa tidak sesuai harapan.
Lebih lanjut, dia mengaku keluhan terkait kualitas menu bukan kali pertama terjadi. Bahkan, menurutnya, makanan yang didistribusikan terkadang dalam kondisi kurang layak konsumsi.
“Sudah sering kami komplain agar segera diperbaiki, tetapi bukannya membaik, justru semakin parah. Seolah-olah ada unsur kesengajaan,” tambahnya.
Sementara, Kepala SPPG At-Taufiq Sholihin membantah tudingan tersebut. Dia menegaskan bahwa menu MBG yang didistribusikan telah sesuai dengan standar operasional dan anggaran yang ditetapkan oleh BGN.
“Menu itu sudah sesuai standar operasional, jika ada yang mengatakan tidak sesuai, itu tidak benar. Selain itu, tidak ada konfirmasi dari pihak sekolah kepada kami,” ujarnya.
Dia juga menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan diduga hanya upaya mencari kesalahan pihak SPPG.
“Saya tegaskan, menu tersebut sudah sesuai standar dan anggaran yang ditetapkan oleh BGN,” bantahnya.
Penulis: red
Source: media jatim


