Iklan

R. Lindo
14/09/2026, 12.13.00 WIB | Dibaca: 0 kali
Last Updated 2026-09-14T05:14:58Z
berita terkiniBerita UtamaHukumPeristiwaRegional

Jalan Raya Tanjungsari Macet Total Kuat Dugaan Excavator Parkir Seenaknya di Tengah Jalan, Informasi Sudah Hampir Satu Minggu

Advertisement

Bhirawa News || Surabaya,- Kemacetan total terjadi di sepanjang Jalan Tanjungsari, Surabaya, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.29 WIB. Antrean kendaraan mengular panjang dari arah Jalan Tanjungsari menuju lampu merah Tandes ke arah Kejaksaan Sukomanunggal.


Kuat dugaan, penyebab utama kemacetan adalah adanya alat berat jenis excavator (bego) yang diletakkan sembarangan tepat di tengah badan jalan pada area proyek gorong-gorong / box culvert yang direncanakan.

Berdasarkan pantauan Tim Investigasi di lapangan pada pukul 10.29 WIB, excavator tersebut terparkir di tengah jalan dan proyek yang hanya diberi pembatas seadanya. Akibatnya, lebar jalan yang bisa dilalui kendaraan menyempit drastis. Kendaraan besar seperti truk kontainer, truk LPG, mobil pribadi dan sepeda motor terpaksa berebut satu lajur, hingga menyebabkan kemacetan tak terurai.

Warga dan pengendara mengkritik keras cara kerja pelaksana proyek yang dinilai tidak profesional dan tidak memikirkan kenyamanan pengguna jalan.

"Kalau memang pengerjaan box culvert-nya masih lama, ya bego-nya jangan ditaruh di tengah jalan begitu. Sementara kan bisa diparkir di tempat lain yang tidak mengganggu. Ini kan seenaknya, bikin susah orang banyak," keluh salah satu pengendara yang terjebak macet.

Proyek pemasangan gorong-gorong ini seharusnya dilengkapi dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang baik, rambu-rambu yang jelas, dan penempatan alat berat yang tidak mengganggu arus.

Warga meminta Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta Dinas Perhubungan Kota Surabaya, untuk segera turun dan menegur pelaksana proyek. Jangan sampai pembangunan yang tujuannya untuk mengatasi banjir justru menimbulkan masalah baru berupa kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, kemacetan masih terjadi dan belum ada petugas yang terlihat mengatur lalu lintas di lokasi.

Berberapa petugas Dinas Kominfo surabaya, dan sumber daya air dan Marga di konfirmasi tentang keberadaan excavator tersebut, hingga saat ini masih belum menjawab.

Informasi tambahan menurut warga setempat keberadaan excavator kurang lebih satu mingguan, ia mas sudah lama excavator itu ada di tengah jalan, itu kan arus dari Tanjungsari langsung ke jalan suko manunggal, berhubung ada excavator akhirnya ya harus ikut lampu merahnya," Pungkas.


Penulis :kib
_Dalam segala situasi, LiputanIndonesia.co.id berkomitmen memberikan fakta jernih dari TKP. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme._